Blogging Mastermind – 7 Kesalahan Fatal Dalam Blogging Part 5: Memaksa Pengunjung Membeli Produk Anda

Saya sering menemukan blog-blog yang menawarkan produk dengan kesan yang sedikit memaksa. Misalnya, pernyataan “belilah produk ini, produk ini merupakan yang terbaik di dunia!”, “Anda tidak akan menemukan produk yang serupa di blog lain, beli sekarang juga!”, “Anda akan rugi membeli produk selain di sini”, dan lain-lain.

Jika anda memang ingin menarik perhatian pengunjung, hindari penggunaan kata-kata yang terlalu ‘kasar’ itu. Pengunjung bisa saja mencurigai kualitas produk anda karena anda memang terkesan memaksa mereka.

Jika alasannya adalah promosi, usahakan anda tidak menggunakan kata-kata yang memojokkan pengunjung. Percayalah, ini tidak akan membuat produk anda laku. Justru sebaliknya, pengunjung akan merasa bahwa promosi tersebut lebih tepat disebut gaya pembual daripada gaya penjual.

Cobalah bandingkan gaya tutur dan tulisan di blog JokoSusilo.com. Sedikit sekali saya berusaha menjual sesuatu di sana. Saya hanya menulis artikel yang menurut saya bagus untuk pembaca. Dan soal produk, dia akan terjual dengan sendirinya.

Saya tidak pernah memaksa pengunjung untuk membeli produk saya. Sebaliknya, saya justru berusaha mengajak pengunjung untuk melakukan pembelian dengan pelan tapi pasti. Saya giring mereka dengan aturan main AIDA+C, mulai dari attention (perhatian), terus ke interest (minat), lalu desire (hasrat), kemudian action (tindakan), baru saya berusaha membius pengunjung untuk melakukan closing (penutupan) dengan menyarankan mereka secara halus untuk segera memesan produk.

Maka dari itu, yang saya sarankan pada anda adalah:

• Berikan manfaat, produk terjual dengan sendirinya. Jika anda terlalu bersemangat untuk menjual hingga anda tidak bisa mengontrol keinginan anda untuk memaksa pengunjung membeli produk, sebaiknya jangan tulis apapun. Pembaca akan melangkah mundur jika anda dengan antusias menjual sesuatu kepada mereka. Berikan saja artikel anda secara rutin, tampilkan manfaatnya, dan saat anda harus tawarkan solusi, mulailah menjual. Tapi dengan cara halus dalam bentuk rekomendasi. Untuk tugas penjualan, itu sudah dilakukan di halaman sales letter produk anda.

• Bujuklah mereka. Jika anda masih belum bisa menggunakan konsep AIDA+C, cobalah untuk membujuk mereka. Anggaplah anda tidak sedang menyuruh mereka membeli produk, tapi anda sedang membujuk mereka untuk mengetahui produk anda. Anda tidak perlu langsung menyuruh mereka membeli. Dengan membujuk dan menyampaikan manfaat apa yang nanti mereka dapat setelah memberi produk anda, maka mereka akan lebih menghargai produk anda. Bahkan, syukur-syukur, mau melakukan pemesanan atas produk tersebut. Percayalah, dengan gaya tutur bujukan seperti ini, anda lebih memiliki kesempatan untuk mencuri hati mereka.

Anda perlu ingat, customer kadang membeli produk bukan berasal dari ketelitian mereka terhadap manfaat produk tersebut, tapi justru dari kemampuan kita membujuk dan membius mereka dengan sikap kepercayaan diri kita yang tinggi. Jika anda sudah memiliki kepercayaan diri, itu akan tercermin di setiap tulisan anda. Pengunjung dengan sendirinya akan takluk di hadapan anda. Dan mereka memang harus memutuskan untuk membeli produk itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *